9 Pantai dengan Pesona Indah di Jawa Timur untuk Wisatawan

9 Pantai dengan Pesona Indah di Jawa Timur untuk Wisatawan

9 Pantai dengan Pesona Indah di Jawa Timur untuk Wisatawan – Salah satu daerah yang ada di Jawa Timur, yaitu Malang memiliki banyak sekali tempat wisata dan juga kulinernya yang khas. Dari sekian banyak tempat wisata yang ada di Malah, salah satu yang sering dikunjungi adalah pantai di Malang. Namun, bagi sebagian orang yang ingin berlibur ke Malang masih bingung untuk datang ke pantai yang mana. Jangan khawatir karena pada artikel ini, kita akan membahas lebih lanjut tentang rekomendasi pantai di Malang. Jadi, simak artikel ulasan ini sampai selesai, Grameds.

Malang mungkin bukan kota pertama yang akan kamu sebut saat membicarakan wisata pantai di Indonesia. Umumnya, wisatawan yang berlibur ke Malang akan berkunjung ke wahana hiburan seperti Jatim Park, Eco Green Park, ataupun Museum Angkut. Padahal, Malang memiliki banyak pantai yang pesonanya tak kalah dari Bali maupun Lombok.

Baca Juga: 8 Taman Wisata Nuansa Alam di Kota Medan

Kabupaten Malang, Jawa Timur terdapat berbagai wisata alam pantai yang tidak kalah indah dengan wilayah pesisir lainnya. Bahkan, beberapa pantai di Malang disebut-sebut memiliki kemiripan dengan pantai yang ada di Bali. Hampir semua pantai yang ada di Malang letaknya berada bagian selatan atau lebih tepatnya berbatasan dengan Samudera Hindia.

Apabila ditarik garis lurus, maka gugusan pantai di Malang akan sejajar dengan deretan pantai yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Pantai-pantai tersebut dikenal memiliki suasana asri, sehingga sangat cocok untuk bersantai atau menghabiskan waktu liburan. Tak hanya itu, pantai-pantai ini juga menawarkan keunikan serta aktivitas yang seru.

Pantai Ngliyep

Sekitar 63 km dari pusat Kota Malang, tepatnya di Desa Kedungsalam, Donomulyo, kamu bisa menemukan Pantai Ngliyep. Pasir putih serta air laut biru kehijauan yang dimiliki pantai menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang datang. Tak hanya itu, pesona Pantai Ngliyep bisa dibilang sangat cantik karena terdapat bebatuan karang besar yang ada di sekitarnya.

Di dekat Pantai Ngliyep, terdapat sebuah bukit bernama Gunung Kombang. Bukit ini menjadi lokasi ritual pemberian sesajen pada Ratu Laut Selatan. Terlepas dari mitos tersebut, Gunung Kombang bisa menjadi lokasi tepat untuk melihat matahari terbenam. Jika ingin menikmati pesona pantai di Malang yang satu ini, kamu harus bayar tiket masuk sebesar Rp. 15.000.

 Pantai Mbehi

Sekitar 66 km dari pusat Kota Malang, kamu bisa menemukan Pantai Mbehi di Desa Sumberbening, Bantur. Suasana dari pantai ini cukup tenang karena belum banyak wisatawan yang berkunjung. Selain itu, Pantai Mbehi juga berada di balik hutan lindung yang membuat kondisi pasir dan air laut pantai cukup jernih. Selain bisa menikmati suasana pantai yang asri, kamu juga bisa mengunjungi Teluk Bidadari yang masih berada di kawasan Pantai Mbehi. Teluk Bidadari adalah sebuah ceruk batu karang berisi air jernih yang menciptakan area seperti kolam renang alami. Dikarenakan pantai ini tergolong dangkal, maka kamu bisa bermain air dan berenang di Teluk Bidadari, tetapi tetap harus berhati-hati karena ada batu karangnya.

 Pantai Tiga Warna

Pantai Tiga Warna memiliki pemandangan gradasi warna biru laut, hijau, hingga warna kemerahan pada pasirnya. Tak hanya itu, pantai di Malang ini juga memiliki area Konservasi Mangrove Clungup, yakni sebuah hutan bakau yang berada tepat di muara laut dan sungai.

Selain berfungsi untuk mencegah abrasi, hutan bakau juga bisa digunakan sebagai lokasi berteduh wisatawan. Sesuai namanya, maka pantai ini memiliki air laut dengan gradasi tiga warna, yaitu biru, hijau, dan coklat kemerahan. Pastinya, gradasi warna tersebut menciptakan pemandangan yang luar biasa bagi pengunjung.

 Pantai Modangan

Pantai di Malang ini berada di sisi barat kota, tepatnya di Dusun Kalitekuk, Desa Sumberoto, Donomulyo. Ketika ingin ke pantai ini, kamu harus menempuh jarak sekitar 65 km dari pusat kota menuju Blitar. Meski tergolong cukup jauh, kamu dijamin tak akan menyesal dengan berbagai pemandangan cantik yang akan dilalui. Pantai yang berada di perbatasan Malang dan Blitar ini memiliki pasir putih yang kontras dengan air laut berwarna biru kehijauan. Selain itu kamu juga bisa mengunjungi bukit di sisi timur pantai yang mana terdapat spot foto unik bertuliskan “I Love You”. harga tiket masuk di pantai ini hanya Rp5.000 saja.

Pantai Sipelot

Bagian selatan Malang memang menjadi lokasi berkumpulnya pantai-pantai indah. Salah satunya adalah Pantai Sipelot di Desa Pujiharjo, Tirtoyudo. Meskipun, pantai ini belum dikenal oleh banyak orang, tetapi tak ada salahnya kamu mengunjungi pantai ini untuk berlibur. Pantai ini memiliki panjang 2 km dan sudah didukung dengan berbagai macam fasilitas.

Mulai dari area parkir, warung makan, toilet, hingga musala bisa dengan mudah kamu temukan di sini. Di Pantai Sipelot, kamu tak bisa bebas bermain air maupun berenang. Hal ini karena ombak pada pantai ini cukup besar dan bisa membahayakan pengunjung. Namun, kamu tetap bisa menikmati aktivitas seru lainnya dengan mengunjungi Coban Sipelot. Air terjun payau tersebut berada di sisi barat Pantai Sipelot. Cobalah datang di sore hari untuk melihat cantiknya pesona matahari terbenam di Pantai Sipelot.

Pantai Licin

Jika ingin melihat pesona pantai yang unik, maka kamu bisa datang ke Pantai Licin. Banyak orang yang mengatakan bahwa kata “licin”, digunakan karena kondisi pantai yang cukup licin akibat banyaknya vegetasi lumut. Pasir Pantai Licin juga berbeda dari kebanyakan pantai di Malang memiliki pasir putih.

Pasir yang ada di pantai ini memiliki warna hitam yang berasal dari muntahan lahar Gunung Semeru. Jika tertarik untuk melihat keunikannya, maka kamu bisa datang ke Dusun Licin, Desa Lebakharjo, Ampelgading. Sebaiknya, pilihlah kendaraan roda dua saat mengunjungi Pantai Licin karena kondisi jalan yang akan anda tempuh cukup terjal dan berliku. Jadi, tetap berhati-hati selama perjalanan.

Pantai Batu Bengkung

Pantai Batu Bengkung di Desa Gajahrejo, Gedangan, merupakan salah satu pantai unik dan cantik yang ada di Malang. Hal ini karena pantai ini dikelilingi oleh dua batu karang raksasa. Selain itu, laut dan pantai terbelah oleh bebatuan karang yang cukup tinggi. Bahkan, tak jarang batuan karang berubah menjadi sebuah telaga saat air laut pasang.

Telaga tersebut tentu bisa kamu gunakan sebagai tempat bermain air yang lebih aman. Geografis Pantai Batu Bengkung bisa dibilang sama dengan Pantai Ngantep, karena terdapat batu karang besar di sekitar pantai. Posisi pantai Batu Bengkung yang menghadap barat cocok digunakan sebagai lokasi melihat matahari terbenam.

Pada umumnya, ombak di Pantai Batu Bengkung ini cenderung besar, sehingga wisatawan tidak disarankan berenang. Selain itu, air dalam cekungan tersebut berasal dari empasan ombak lepas saat pasang. Namun ketika surut, maka air dalam cekungan tersebut juga hilang, sehingga pengunjung tidak bisa berenang. Lokasi Pantai Batu Bengkung di Desa Gajahrejo, Gedangan, Kabupaten Malang.

Sebagai gantinya, kamu bisa berenang di cekungan sedalam 1,5 meter yang terletak di tepi pantai. Tidak hanya itu, sebaiknya kamu datang pada waktu menjelang sore agar bisa menyaksikan panorama terbaik. Untuk menikmati aktivitas di pantai ini, kamu perlu menyiapkan uang Rp5.000 sebagai tiket masuk.

Pantai Watu Leter

Selain keindahan panorama pantai, Pantai Watu Leter merupakan habitat penyu abu-abu. Jika beruntung, maka kamu bisa menyaksikan penyu-penyu bertelur di Pantai Watu Leter. Lalu, kondisi ombak yang tenang serta pasir pantai lembut membuat pantai ini cocok sebagai tempat pelestarian penyu. Pantai ini bisa dibilang masih jarang dikunjungi wisatawan, sehingga masih terlihat asri.

Hal menarik lain yang bisa kamu temukan di Pantai Watu Leter adalah batuan karang di pesisir pantai. Adanya batu karang ini pula yang menjadi asal-usul nama Pantai Watu Leter, yang mana terdapat sebuah karang berbentuk datar yang dalam bahasa Jawa disebut sebagai “leter”.

Pantai Bajulmati

Penamaan Pantai Bajulmati di Desa Gajahrejo, Gedangan, ternyata berasal dari kisah yang menarik. Sekitar tahun 1890, masyarakat setempat menemukan seekor buaya yang mati di pesisir pantai. Dalam bahasa Jawa, buaya disebut “bajul”, sehingga muncullah nama Pantai Bajulmati.

Lokasi pantai ini tidak jauh dari Pantai Batu Bengkung atau lebih tepatnya hanya berjarak sekitar 4 km. Pantai Bajulmati terkenal dengan garis pantai yang panjang, sehingga wisatawan bisa melakukan banyak kegiatan di tepi pantai.

Di Pantai Bajulmati, kamu bisa menemukan beberapa teluk yang terbentuk karena keberadaan batu karang. Selain itu, ada Gua Wil di sisi timur pantai yang bisa anda jelajahi. Dengan mengeluarkan uang Rp. 10.000, maka kamu sudah bisa menelusuri berbagai fenomena alam di Pantai Bajulmati.